"PRAKATA REDAKSI"

Salam Alumnus,

Selamat Tahun Baru 2015

VIVA UNSOED





"Sang Raja" Oleh Agus Brenk



Era tahun “sembilan puluh-an” yang lalu, ada pelajaran sangat baik dan menarik yang dapat saya petik, hal mana pelajaran tersebut bila disikapi dengan postif dapat mempengaruhi pola dan sikap perilaku dalam bermasyarakat, terutama dilingkungan terdekat, keluarga, tetangga, teman maupun lingkungan kerja ataupun komunitas lainnya di dalam lingkungan social lainnya.

Masih terngiang sekali dalam ingatan saya waktu pertama kali menapakkan kaki di Ibukota untuk beradu nasib, peruntungan,  serta segala kemampuan maupun keterbatasan yang dimiliki, bertekad dapat “hidup” di belantara kota serba ada ini,  sebagaimana cita –cita awal kaum urban, dengan berbekal selembar foto copy ijasah alumnus, pas foto, tiga pasang pakain, serta beberapa catatan alamat teman plus satu tiket bus ekonomi saya memulai menggadaikan masa depanku.

Selengkapnya...

"Hijrah dengan Cinta" oleh Cak Takris

Tak terasa sudah diujung bulan dzulhijah, tinggal beberapa hari lagi kita sudah akan meninggalkan tahun 1431H menuju 1432H, tak terasa pula usia kita berkurang setahun, selama setahun belakang apa yang sudah kita kerjakan ......banyak mana kebaikan atau kejelekan yang diperoleh masihkah semua itu kita abaikan begitu saja tanpa ada perhitungan sama sekali...padahal semua ini akan diperhitungkan kelak...dan kita akan menerima akibatnya setahun dua tahun atau bahkan beberapa tahun kedepan atas semua apa yang telah kita kerjakan selama setahun yang lalu....bahkan Sang maha Penyayang akan menunggu kita untuk menerima akibatnya kelak saat umur kita sudah paripurna, tidak ada yang luput bahkan sedikitpun terlewatkan perhitunganNYA.
Selengkapnya...

"Bilyet Giro" Oleh Agus Brenks



Dalam keseharian transaksi timbal balik antara satu orang dengan orang yang lainnya untuk memenuhi kewajiban banyak sekali cara yang dilakukannya. Salah satunya dalam transaksi dagang maupun transaksi keuangan sudah dikenal secara umum adanya pembayaran dengan “Tunai” maupun ”Non Tunai”.
Pembayaran secara tunai dalam jumlah kecil pasti lebih aman dan nyaman bagi si penerima karena kemungkinan lembaran-lembaran yang kita bawa masih dapat kita genggam, namun untuk jumlah yang besar dan memerlukan tempo, tidak mungkin rasanya dilakukan pembayaran dengan unag tunai, apalagi dengan membawa uang berkarung-karung, karena disamping tidak efisien dan efektif pasti si pemberi dan sipenerima pasti tidak nyaman dan tidak aman.
Selengkapnya...

"MAHALNYA KERINDUAN" ditulis oleh Kang Tani


Ketika sedang asyik memanjakan diri di belakang rumah, duduk dikursi ayun sambil mendengarkan gemericik air dan melihat gemulai gerak ikan –ikan koi peliharaanku. Seorang teman lama datang bergabung denganku, lalu ikut menikmati teh poci hangat bersama-sama sambil berbagi cerita satu sama lain, untuk melepas kerinduan. Maklum saja, sudah bertahun-tahun kami tidak saling jumpa, karena kami punya nasib dan kesibukan sendiri-sendiri. Sekali lagi, harus diakui facebook sangat sangat berarti karena bisa berperan mempertemukan satu orang dengan orang lain yang terpisahkan oleh waktu panjang dan tempat yang terpisah jauh. Kalau ada efek negatif facebook, teknologi memang selalu demikian, ia pedang bermata dua, tergantung tanggung jawab manusia yang menggunakannya.
Selengkapnya...

"KEIKHLASAN dan KEJUJURAN" Oleh Agus Brenks

Disuatu hari baginda nabi Isa Alamasih  dirumahnya kedatangan seorang sahabat yang hendak bersilahturahhmi dan berdiskusi dengan beliau, sang baginda nabi tentunya sangat bersuka cita menerima kunjungan seorang sahabat tersebut, mempersilakan dengan santun untuk masuk ke ruangan tamu rumah beliau. Perbincangan awal layaknya seorang sahabat dimulailah yang tentunya dengan sangat asyik hingga akhirnya sang nabi menghidangkan  secangkir teh dan dua potongan roti besar yang dimaksudkan sang nabi untuk  dinikmati bersama dengan sang tamu, sementara beliau meninggalkan tamunya masuk kedalam rumah.


Selengkapnya...

"KOBARKAN SOLIDARITAS" Oleh Kang Tani


Idhul Adha baru saja berlalu, umat Islam baru saja menjalani kepatuhan spiritual yang paling purba sebagai simbul ketakwaan, keikhlasan, kepasrahan kita kepada Allah SWT sebagaimana yang telah dilakukan dan dicontohkan oleh nabi Ibrahim AS. Sang nabi yang mendapat perintah untuk menyembelih anak semata wayangnya Ismail yang sangat dicintainya, di sini terujinya kepatuhan nabi Ibrahim telah mampu melahirkan pesan agama tertransformasi menjadi aksi berkurban yang bermakna keteguhan sikap ketakwaan kepada Allah juga berdimensi sosial dan solidaritas.
Selengkapnya...

Form Sumbangan Artikel, Konsultasi, Kritik & Saran Anda


Nama
Email
Judul
Artikel/Uraian
Image Verification
captcha
Masukkan Kode di Sebelah Ini:
[ Refresh Image ] [ What's This? ]